Rabu, 28 Oktober 2015

Diktator Neo-Abad Kegelapan

Neo-Abad Kegelapan!?
abad kegelapan, kebenaran
Sumber gambar muslimin88.blogspot.com
Selamat datang tamu kami yang budiman. Jika anda baru kali ini singgah di rumah kami, izinkan kami mengantar anda berkeliling taman philein. Ini adalah tradisi kami dalam menjamu sang pencari, semoga tidak mengganggu kenyamanan anda.  Namun jika ini bukan pertama kalinya bagi anda, mungkin anda akan menemukan hal baru kali ini.
Perlu kami ingatkan kembali bahwa mungkin saja apa yang akan anda temukan nantinya akan mempengaruhi diri anda. jadi siapkan diri anda dengan baik. Namun sebelum memulainya silahkan tanggalkan dulu pakaian anda. Dan ganti dengan pakain putih yang telah kami sediakan. Jika sudah silahkan gunakan sandal keraguan, topi pertimbangan, dan kacamata kebijaksanaan. Baik, mari kita mulai
Kebenaran. Sebuah magnet yang selalu menarik perhatian. Menarik siapa saja yang tanpa perduli latar belakang anda, keyakinan anda, passion anda bahkan warna kulit dan mata anda. jika magnet alam hanya sanggup menarik metal, maka magnet kebenaran sanggup menarik semuanya, termasuk metal juga. Aneh, tidakkah kita bertanya kebenaran itu sebenarnya apa, terbuat dari apa, dan tujuannya apa.?
Jika kita coba menariknya ke dalam pengetahuan, orang mulai mencoba memberikan definisi atau batasan apa itu kebenaran. Misalnya kebenaran adalah kesesuaian antara hasil tangkapan subjek terhadap objek, kebenaran adalah kesesuaian antara idea dan realita, atau kebenaran itu relative dan tidak dapat ditemukan dan lainya.
Definisi diatas benar, namun yang menjadi persoalan apabila kita mencoba membatasi sebuah kebenaran. Maka masih dapatkan kita menyebut kebenaran sebagai kebenaran. Mengapa? Karena kebenaran senatiasa berkembang dan tak pernah berhenti pada satu titik. Misalnya ketika kita mengatakan bahwa besi tak mungkin terbang, namun suatu saat di temukanlah teknologi yang kemudian membuat besi itu bisa terbang-seperti pesawat. Atau misalnya hari ini kita mengatakan manusia tidak akan pernah bisa berpindah dari suatu tempat ke tempat lain secara instan lalu bagaimana jika suatu saat cara itu ditemukan.
Disiini kita harus mulai skeptis dengan kebenaran. Mulai meragukan dan mempertanyakan kebenaran yang dikatakan sebagai kebenaran. Tidak mudah menerima cerita, dogma dan kemapanan. Hingga kita mencapai titik dimana sesuatu itu tidak bisa lagi dipertanyakan dan diragukan.
Pembatasan terhadap kebenaran mungkin saja akan mengakibatkan katarak pengetahuan, yang tak jauh bedanya dengan abad kegelapan silam. Dimana kemapanan mendiktator pengetahuan. Kemapanan menjadi jantung kebenaran. Diluar otoritas yang ada adalah salah. Bahkan terkadang berakhir diujung tali gantungan.Jika abad modern ini masih saja ada yang mengaku benar dan memapankan kebenaran. Lebih baik ia hidup diabad kegelapan saja.


Facebook Komentar
2 Blogger Komentar

2 komentar

sama0sama gan, jangan lupa share sekiranya bermanfaat


EmoticonEmoticon